Langsung ke konten utama

Ongkos Bis


Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran usai, aku segera bergegas membereskan alat-alat tulisku dan memasukkannya ke tas. Aku keluar kelas dengan langkah terburu-buru karena cuaca hari ini mendung tanda hujan segera turun. Pada akhirnya gerimispun datang dan beberapa menit kemudian berubah menjadi hujan yang cukup deras. Aku segera berlari ke halte bis untuk berteduh, dan seragamku basah sedikit, aku tak membawa jaket untuk melindungiku dari kedinginan, hari ini sungguh benar-benar menyebalkan.

Sekitar 15 menit aku menunggu bis di halte tak jauh dari sekolah, tapi kemudian datang seorang cowok yang seragamnya sudah basah kuyup terkena basahan hujan dan duduk di sampingku. Suasana hening pun terasa, hanya terdengar suara gemericik hujan yang jatuh ke tanah. Tanpa disadari cowok yang berada di sebelahku mengajakku ngobrol dan berkenalan dengannya. Ya...namanya adalah Ansaw, dia salah satu saorang siswa yang kelasnya berada di sebelah kelasku.

Setengah jam kemudian bus datang, kami segera masuk ke bus, kebetulan kami mendapatnya tempat duduk yang kosong.  Diperjalanan kondektur meminta ongkos kepada para penumpang, aku sempat kebingungan harus memberi berapa ongkos kepada kondektur. Saat mencari uang didalam saku, dia mengeluarkan tiga lembar uang seribuan. Aku belum kenal persis siapa Ansaw itu, tetapi aku merasa dia memang cowok yang baik.

“hai mba boleh duduk sini?” sapa cowok itu
“boleh kok, duduk aja” jawabku
“boleh tanya juga ngga mba?” tanya cowok itu
“ya” jawabku singkat
“kelihatannya aku sering lihat mba naik bis, emang tingggal dimana?” dia kepo
“iya emang harusnya naik bis, kalo naik odong-odong kapan nyampenya, tinggal di ngesrep”
“oh emang di daerah mana? Kali aja aku tau dimana rumahnya”
“di sumurboto”
“keliatannya aku tau, punya adik ngga?” cowok itu mulai serius
“emang tau dimana? Punya” jawabku seadanya
“adiknya sekolah dimana? Kelas berapa?”
“di SMP 26 kelas delapan ini”
“sama berarti, lagian aku juga pernah nganter temen adikku pulang dan rumahnya itu di daerah sumurboto juga”

Setelah bercerita cukup panjang di perjalanan pulang, aku dan dia menjadi lebih akrab dan saling membicarakan suatu hal dan hal lain. Kemudian dia berdehem dan mengeluarkan ponselnya, oh ternyata dia hanya ingin meminta nomor hapeku, katanya supaya kita lebih akrab. Aku mengeluarkan secarik kertas plus pulpen dari tasku dan menuliskan nomor hapeku lalu kuberikan padanya.


“kan udah tau dimana rumahnya kali aja kalau pengen main kerumah bisa hubungin kamu dulu dong” kata Ansaw

“maksudnya?” kataku jaim

“kali aja kalau lewat sumurboto bisa mampir gitu, cuma biar ngga kaget bisa sms atau telfon dulu” modusnya lagi
            
Bus berhenti kami turun di halte yang sama. Dan kami saling berpamitan sebelum pulang kerumah masing-masing.

Setelah sampai di rumah, ternyata nada dering nokia tune hapeku berbunyi tanda ada pesan masuk. Kubuka inbox hapeku yang ternyata dari Ansaw. Nanti sore aku jemput kamu ya, aku mau ngajak kamu makan malem bareng, ngga papa kan? | Ansaw. Oke, aku tunggu di rumah ya. Langsung kukirim balasan pesanku untuk Ansaw. Jam 5 sore, Ansaw sudah stand by di depan rumah, aku menghampirinya lalu kami berangkat ke sebuah cafe. Sesampainya di cafe, aku dan Ansaw segera memesan makanan kepada pelayan cafe. Kami pun mengobrol lagi membahas tentang adik yang kebetulan satu sekolah dan mereka bersahabat, teman smp nya, tanya-tanya tentang kepribadian kita masing-masing, dll. Pelayan cafe itu memberhentikan obrolan kami dengan membawa makanan pesanan kami. Siap santap.

Setelah dinner malam itu, pertemanan kita semakin akrab. Kami saling menunggu di halte bus apabila salah satu dari kami ada yang belum keluar gerbang sekolah. Hingga akhirnya menunggu bus bersama.

Aku sadar bahwa itu bukan sekedar menunggu. Aku juga belajar bahwa saat busnya tiba, kau harus memutuskan untuk menaikinya atau tidak. Jika cinta itu seperti menunggu bus, terkadang bahkan jika kita mendapatkan bus yang benar bukan berarti jalannya akan selalu mulus. Dan aku selalu bahagia saat menunggu bus dengannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK STILASI

Ø   MERENGGA Teknik merengga  dengan cara memberi gambar pada permukaan benda yang dapat dilakukan dengan berbagai cara berbagai macam teknik menggambar dengan tekstil yaitu: batik tulis, sablon, jumputan, printing. Ø   MENGUKIR Salah satu teknik merengga dengan cara mengukir permukaan benda dengan menggunakan alat pahat atau benda tajam lainya.  Biasanya benda yang dapat dibuat adalah perabot yang terbuat dari kayu. Ø      MENGKOLASE Salah satu teknik merengga dengan cara menempelkan hiasan pada permukaan benda dengan cara dijahit atau di lem. Ø   MENYULAM &   MEMBORDIR Teknik merengga dengan cara menambah atau mengubah bagian-bagian dari struktur benda dengan menggunakan perangkatnya. Ø   MENGGARNIS Teknik merengga yang diterapkan dalam bidang boga dengan materi berupa bagian hidangan itu sendi atau bagian lainya yang menunjang, dalam bidang busana disebut graniture. Tujuanya untuk mempermudah ...

Euforia Corat Coret

20 Mei 2014 LULUUUUSSS!!! HOREEEEE!! Gue dan dia langsung buru-buru kesekolah. Udah bisa ditebak, ya corat coret seragam SMA plus konvoi. Udah jadi tradisi setelah lulus SMA. Sesampainya disekolah gue bener-bener ngerasain euforia corat-coret. Pylox, spidol, tanda tangan, dan nama temen-temen diseragam gue. Setelah gue keliling dibawah atmosfer euforia corat-coret, tanda tangan plus nama terakhir gue meluncur ke seragam cowo gue. Sesi foto-foto narsis dimulai, dimana ada kamera pasti gue nimbrung. Dan hasil, foto couple gue ada beberapa di kamera. Oke, waktunya ko nvoi! Ya, konvoi kecil-kecilan. Euforia kelulusan masih melekat banget waktu gue dan temen-temen konvoi. Gue ngerasa seneng maksimal hari itu. Tujuan konvoi cuma disekitar alun-alun. Yang gue suka disana corat-coret masih berlanjut. Simbol love yang disemprot keseragam gue dan dia. Ya, walaupun ngga keliatan gue tetep seneng karena temen-temen ngertiin banget (sorry kalo norak) ditambah dia yang bilang “gambar itu ...

Cara memberi text berjalan pada Menu Bar

1. Login ke blogger 2. Pada menu Design -> Edit HTML 3. Letakkan kode dibawah ini diatas kode </head> <script type='text/javascript'> //<![CDATA[ msg = " welcome.to. " ; msg = " sabrina.blog " + msg;pos = 0; function scrollMSG() { document.title = msg. substring (pos, msg.length) + msg.substring(0, pos); pos++; if (pos > msg.length) pos = 0 window .setTimeout("scrollMSG()", 200) ; } scrollMSG(); //]]> </script> Ganti teks yang dicetak tebal dengan teks yang ingin anda tampilkan. Angka 200 menunjukkan kecepatan gerak dari teks. Semakin kecil nilainya semakin cepat gerakan teksnya dan sebaliknya. Ganti bila perlu. 4. Jika sudah, klik Save Template . Selesai